Alihkan Produksi ke Cina, Samsung Incar Pasar Xiaomi dan Huawei

Alihkan Produksi ke Cina, Samsung Incar Pasar Xiaomi dan Huawei

Alihkan Produksi ke Cina, Samsung Incar Pasar Xiaomi dan Huawei

Samsung sudah lama terdepak dari produsen smartphone besar di Cina. Vendor kalah telak dari produsen domestik seperti Huawei, Oppo, Vivo, dan Xiaomi.

Perusahaan juga menghadapi penurunan drastis di India dan Indonesia, pasar smartphone terbesar kedua dan keenam di dunia. Pada kasus Indonesia, untuk pertama kalinya, Samsung roboh di hadapan Oppo dan Vivo (IDC per Q3 2019).

Tidak tinggal diam, perusahaan asal Korea Selatan itu tampaknya memiliki rencana baru untuk mengambil kembali pertumbuhan dan merebut kembali kejayaannya yang hilang.

Laporan Reuters terbaru mengklaim Samsung berencana untuk melakukan

outsourcing mayoritas tugas pembuatan ponsel cerdasnya ke produsen perangkat asli Cina (ODM).

Dalam upaya untuk memotong biaya dan menurunkan harga, Samsung dilaporkan berencana untuk mengalihdayakan seperlima dari produksi smartphone ke Wingtech.

Ini berarti Samsung tidak akan lagi membuat ponsel in-house dan Wingtech akan mengambil produksi serta tugas desain.

Sebagai informasi, Wingtech juga memproduksi perangkat untuk Xiaomi dan Huawei.

Mengutip sumber, Reuters melaporkan Samsung berencana mengirim 60 juta

smartphone buatan ODM tahun depan, dari total target 300 juta perangkat. Itu adalah 20% yang cukup besar dari total inventaris smartphone perusahaan.

“Ini adalah strategi yang tak terelakkan,” kata sumber kepada Reuters.

Wingtech bisa menghemat biaya komponen hingga hampir 30% untuk Samsung. Ini akan memungkinkan perusahaan untuk memberikan harga jual perangkat yang lebih murah ke konsumen.

Strategi outsourcing direncanakan untuk smartphone Galaxy A-series kelas

menengah. Ponsel buatan Wingtech ini terutama akan dijual di Asia Tenggara dan Amerika Selatan.

Wajar bila Samsung menargetkan negara-negara seperti India dan Indonesia dimana ia jelas kehilangan posisinya.

Samsung juga mengincar untuk mengambil keuntungan dari pelarangan Huawei di AS dengan menghadirkan perangkat yang lebih murah, lengkap dengan layanan Google.

 

Sumber :

https://namabayi.co.id/

You Might Also Like