Aroma Kopi Arabika “Solok Radjo” tercium sampai ke Balittri

Aroma Kopi Arabika

Aroma Kopi Arabika “Solok Radjo” tercium sampai ke Balittri

Aroma Kopi Arabika

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Themiddlenh.Org – Pertemuan lanjutan antara Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan) dan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) dengan Universitas Andalas (Unand) Padang bertujuan untuk membahas rencana kerjasama dan pembahasan draft MoU (diantaranya rencana pelepasan varietas unggul lokal kopi Arabika “Solok Radja”).

Kepala Puslitbang Perkebunan

Acara tersebut dihadiri Kepala Puslitbang Perkebunan, Kepala Balittri, Prof. Musliar Kasim, Sekretaris Puslitbang Unand serta anggota team kerjasama lainnya. Semangat menjalin networking dalam lingkup Puslitbang Perkebunan, khususnya Balittri terus dipupuk dan diwujudkan dalam cakupan yang lebih luas.

Dengan jalinan kerjasama lintas institusi diharapkan dapat terbangun kinerja yang lebih efektif dan mampu menghasilkan luaran yang maksimal. (Dani)

Bambang Sriono, seorang pengusaha kopi yang juga merupakan Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI) Bondowoso mengatakan bahwa citarasa kopi sangat dipengaruhi lingkungan sekitarnya selain dari mutu benih, penerapan teknologi budidaya, dan cara pengolahan yang baik. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Kepala Seksi Administrasi Sub Direktorat Indikasi Geografis Saky Septiono, SH, MH yang menjelaskan bahwa saat ini daerah penghasil lebih banyak mendapat perhatian karena menjadi penentu kekhasan dan spesifikasi citarasa kopi itu sendiri. Untuk itu, indikasi geografis sangat diperlukan disamping menjaga produktivitas dan kualitas citarasa kopi tersebut.

Indikasi geografis

Indikasi geografis adalah suatu bentuk perlindungan hukum terhadap asal suatu barang sebagaimana merek dagang yang sudah ada. Saky menambahkan, walaupun banyak keraguan dari para petani atau pengusaha kopi tentang pentingnya dan manfaat indikasi geografis, hal tersebut dapat menjaga keberlanjutan produk indikasi geografis dari segala bentuk pemalsuan atau klaim branded dari pihak luar. Dengan indikasi geografis, produk kopi spesialti yang bercitarasa tinggi di tiap daerah mendapat payung hukum dan ter-branded.

Terkait hal itu, salah satu penikmat dan pecinta kopi berpendapat, hendaknya kopi-kopi spesialti di Indonesia dapat terbebas dari penjajahan model baru saat ini. Dimana produk-produk kopi dengan citarasa terbaik Indonesia di-branded oleh pihak asing dan dikonsumsi kembali oleh rakyat Indonesia, sehingga mengurangi nilai tambah yang didapat petani maupun pengusaha kopi.

Sumber :  http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/cara-menanam-buah-naga/

You Might Also Like