Kentang Mustafa dan Perjuangan Sekolahkan Anak

Kentang Mustafa dan Perjuangan Sekolahkan Anak

Kentang Mustafa dan Perjuangan Sekolahkan Anak

 

 

Rohas Mustafa, itulah nama produk kentang Mustafa milik Rohmah, perjuangan hidup sekolahkan kelima anaknya membutuhkan pengorbanan yang harus berjumpa dengan lika-liku kehidupan yang telah meluruhkan segala keringat dan jerih payah.

Rohas berasal dari nama Rohmah dan suami, yakni Asep yang sudah tiada sejak 2014 lalu. Sebelum memroduksi kentang mustafa, pada 1995 pasangan suami istri ini memulai usaha kredit kerudung namun tiada kemajuan. Lalu banting setir membuka usaha paket lebaran, dari paket lebaran inilah Rohmah dan almarhum suami dapat membiayai anak-anaknya. Namun, pada 2003 saat bulan Ramadhan, ketika Rohmah keliling pasar untuk menagih paket peserta tahun itu, tas yang berisikan uang puluhan juta rupiah raib, terdapat tujuh sobekan benda tajam di tasnya.

Saya putus asa, bingung harus dengan apa saya ganti, sedangkan waktu itu lebaran sebentar lagi, saya jatuh sakit karena memikirkan hal tersebut,” kenang Rohmah.

Menurut penuturannya, semakin hari anak-anaknya tumbuh, kebutuhannya pun semakin bertambah, Rohmah mencoba bangkit sejak alhmarhum suaminya bilang,”Bu, Allah tidak akan merubah suatu kaum kecuali dia yang merubahnya sendiri. Ada bapak, mari kita bangkit bersama,” ujar Rohmah memeragakan ucapan almarhum suaminya itu.

Rohmah pun bangkit dan mulai merajut kembali usaha baru yaitu berjualan kue, dari usahanya tersebut Rohmah dapat melunasi utangnya dalam kurun waktu tiga tahun. Namun, hasil penjualan kue hanya dapat dirasakan ketika menuju lebaran saja sedangkan kebutuhan sekolah anak semakin membengkak. Mengingat alhmarhum suaminya itu bekerja di koperasi salah satu SMA di kabupaten Bandung yang penghasilannya hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja tidak akan cukup untuk membayar sekolah anaknya, Rohmah berpikir keras untuk memperjuangkan pendidikan anaknya, dari sanalah lahir Rohas Mustafa.

Awalnya saya jual ke tetangga-tetangga, karena banyak yang berminat akhirnya

saya pasarkan ke luar, Alhamdulillah anak pertama saya sekolah dengan mulus, sekarang dia sudah jadi PNS di bidang kesehatan, adik-adiknya juga sekolah, saya pikir perjuangan saya dan suami terbayar,” kata dia.

Selain usaha Mustafa, Rohmah juga menjadi juru masak untuk acara-acara nikahan, khitan, maulid Nabi dan semacamnya, dirinya pun membuka usaha katering yang bisa membantu meningkatkan kebutuhan keluarga.

Setelah suaminya wafat, Rohmah sempat terpuruk karena kepergiannya

menimbulkan luka mendalam. Mengingat perjuangan dilakukan dari nol sampai bisa mencapai titk terang, dan segala hasil jerih payah untuk menyekolahkan anak upaya menggapai cita-cita yang diharapkan. Namun, harus bagaimana masih ada dua anak lagi yang harus dia perjuangkan sekolahnya.

Kini, semangat Rohmah hanya ada pada buah hatinya, jika terus menerus

bersedih tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik. Akhirnya Rohmah melanjutkan hidup untuk berjualan Rohas Mustafa supaya memenuhi pendidikan anaknya tersebut. Meski tanpa suami tercinta, Rohmah berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

 

Baca Juga :

You Might Also Like