Konsep Pendidikan Islam

Konsep Pendidikan Islam

Table of Contents

Konsep Pendidikan Islam

Konsep Pendidikan Islam
Konsep Pendidikan Islam

Pendidikan yang baik akan mengarahkan siswa memperoleh ilmu pengetahuan yang seimbang dan terpadu. Sehingga siswa dapat melihat kesatuan alam dan keberagaman fenomena dunia. Pendidikan memiliki tujuan yang mulia di dalam mengembangkan keseimbangan kepribadian anak, baik di dalam berpikir, bersikap maupun bertingkah laku.
Pada hakikatnya, pendidikan merupakan usaha sadar orang dewasa untuk membimbing, mengarahkan atau mengondisikan orang yang belum dewasa agar mencapai kedewasaannya. Pengertian ini masih umum, artinya bentuk kedewasaan yang dimaksud tergantung kepada sistem nilai yang melandasi konsep pendidikan itu sendiri. Bila konsep pendidikan yang hendak dikembangkan berlandaskan sistem Islam, maka bentuk kedewasaan yang dimaksudkan tentu berbeda dengan bentuk kedewasaan yang hendak dikembangkan oleh konsep pendidikan yang berlandaskan sistem yang lain
Islam memandang ilmu pengetahuan sebagai satu keseluruhan yang terintegrasi dan berkorelasi dengan bersumber kepada wahyu Allah subhanahu wata’ala (Al Qur’an dan As Sunnah). Antara ilmu Dien (ilmu agama atau ulum syar’iyah) dengan ilmu pengetahuan yang bermanfaat lainnya bagi kehidupan manusia bukanlah merupakan dua hal yang dikotomis, bukannya ilmu Dien di satu lembah dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat lainnya di lembah yang lain.
Kurikulum Islam total dirancang sebagai upaya untuk menjadikan generasi penerus yang bertaqwa kepada Allah secara total dan komprehensif. Peradaban dan kebudayaan Islam memiliki beberapa keungulan, yaitu : (1) mencakup makna dan nilai dasar serta keindahan peradaban; (2) mengajarkan agar kita selalu mengambil pelajaran dari alam sebagai suatu sistem ciptaan Allah yang maha sempurna; (3) memandang segala sesuatu atau peristiwa sebagai tanda kebesaran Allah; (4) manusia sebagai mahluk memaknakan dirinya sebagai orang yang mempertanggungjawabkan semua perbuatannya kepada sang Pencipta; (5) akal pikiran manusia memiliki kebebasan namun tetap tunduk kepada Risalah Ilahiyah sebagai nurun ’ala nurin, cahaya atas cahaya.
Dengan demikian maka pengertian kurikulum dalam hal ini adalah segala sesuatu yang direncanakan untuk mencapai terwujudnya generasi Islam yang memiliki peradaban Islam bermutu dalam segala bidang kehidupan untuk rahmatan lil alamin sebagaimana amanah yang harus dipikul oleh umat manusia dan sebagai khalifah di alam semesta.
Alam adalah objek pengetahuan; sains adalah metodologi pengetahuan. Keduanya tak terpisahkan agar pengetahuan tentang tanda-tanda kekuasaan Allah dapat dimanfaatkan untuk kepentingan luhur, menjadi rahmat bagi seluruh alam dan lebih meningkatkan ketaqwaan. Kejayaan Islam sangat ditentukan oleh keberhasilan penguasaan pengetahuan ini.
Tujuan dari konsep ini adalah generasi Islam memiliki ahlak mulia terhadap diri sendiri, orang lain, dan terhadap alam semesta. Oleh karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi umat manusia lainnya; dan sebaik-baik di antaramu adalah yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya khairukum man ta’allamal qur’an wa ’allamahu (HR Utsman dan Ali).
Islam sebagai agama rahmat memberi peluang kepada manusia untuk mengembangkan diri berdasarkan Al-Quran dan Hadis. Pengembangan diri berdasarkan wahyu merupakan cita-cita Al-Quran. Pengembangan diri tersebut merupakan bagian dari wahyu ketuhanan. Karena dalam al-Quran terdapat perintah untuk mengubah diri, perintah untuk banyak membaca, perintah untuk berfikir. Perintah tersebut mengindikasikan bahwa manusia diajarkan untuk mampu menempa diri dan mengembangkan bakat yang ada dalam dirinya. Tetapi perintah untuk berfikir, mengembangkan diri hanya tinggal konsep. Karena semua konsep tentang pengembangan diri, konsep dasar pendidikan Islam tidak digali dan dikembangkan untuk kemajuan pendidikan Islam.
Menurut Ali Asraf pendidikan adalah sebuah aktivitas yang memiliki maksud tertentu, diarahkan untuk mengembangkan individu sepenuhnya. Lebih lanjut Ali Asraf menyatakan bahwa konsep pendidikan Islam tidak dapat dipahami tanpa terlebih dahulu memahmai penafsiran Islam tentang pengembangan individu sepenuhnya. Manusia adalah wakil Allah di muka bumi. Dalam Al-Quran Allah menjelaskan tentang nama-nama benda, mengajarkan norma-norma kepada mansuia pilihan yaitu para Nabi. Norma norma dan prinsip-prinsip serta metode-metod etentang pembelajaran dan pengetahuan telah Allah turunkan melalui wahyu. Firman Allah merupakan sumber hukum untuk dipatuhi manusia.
Konsep pendidikan Islam dapat secara praktis diwujudkan melalui kurikulum, yang harus dirumuskan pertama untuk menjamin bahwa buku-buku teks yang tepatlah yang dihasilkan. Hal –hal yang hendaknya diperhatikan dalam menyusun kurikulum Islam adalah, pertama, konsep Islam tentang manusia sangat luas. Kedua, pengetahuan adalah sumber kemajuan dan perkembangan, Islam tidak membatasi pencapaian pengetahuan. Ketiga, besarnya penilikan harus konprehensif. Keempat, aspek spiritual, moral, intelektual, imajinatif dan fisik dan kepribadian seseorang harus perhatikan ketika membuat interelasi antara berbagai disiplin.

Sumber : https://aziritt.net/

You Might Also Like