Perkenalkan Budaya Kota Bekasi ke Guru Filipina

Perkenalkan Budaya Kota Bekasi ke Guru Filipina

Perkenalkan Budaya Kota Bekasi ke Guru Filipina

– SMP Negeri 39 Kota Bekasi berkesempatan memperkenalkan beragam budaya Kota Bekasi ke guru Filipina saat kunjungan ke sekolah. Kunjungan guru dari negeri Lumbung Padi, mulai Senin (13/5) ini merupakan bagian dari program kemitraan sekolah (sister school) yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia dan Filipina.

Koordinator kegitaan kemitraan sekolah di SMPN 39 Kota Bekasi, Isnain H.K Ayu, menjelaskan sister school merupakan pertukaran guru antar negara yang akan mempelajari pendidikan di Indonesia, khususnya Jawa Barat.

Dalam kesempatan ini, SMP 39 Kota Bekasi diantaranya memperkenalkan

kesenian Angklung dan Tari Lenggan yang dimainkan oleh para siswa ekstrakurikuler.

Menurut Isnanin, program kemitraan sekolah ini merupakan salah satu kesempatan untuk memperkenalkan beragam kebudayaan Indonesia, khususnya Kota Bekasi yang tetap dilestarikan dan diterapkan dalam dunia pendidikan.

“Menunjukan kepada guru dari Filipina bahwa Indonesia, khususnya Kota Bekasi memiliki beragam tarian dan budaya,” tegasnya kepada Radar Bekasi, Selasa (14/5).

Guru dari Filipina tersebut merupakan utusan dinas dari perwakilan sekolah

favorit di negara dengan Ibu Kota Manila tersebut. Kegiatan kemitraan sekolah ini tidak hanya menyasar SMPN 39 Kota Bekasi, tetapi juga SD diwilayah sekitar.

“Ketiga guru ini bukan hanya di SMPN 39 Kota Bekasi saja, tetapi beberapa guru ditempatkan disekolah yang berbeda. Salah satunya SDN Jatikramat I dan SD Strada Budi Luhur,” terangnya.

Namun, SMPN 39 Kota Bekasi menjadi satu-satunya lembaga pendidikan tingkat menengah pertama di Kota Bekasi yang dipilih oleh Dinas Pendidikan setempat untuk menjadi tuan rumah dalam program kemitraan tersebut. Alasannya, karena SMP di Jalan Raya Wibawa Mukti, Asabri Indah, Jatiluruh, Jatiasih, ini menjadi sekolah yang mengedepankan kebudayaan.

Isnain mengungkapkan, selain mempelajari tentang kebudayaan, tidak menutup

kemungkinan para guru dari luar tersebut akan mengajar di sekolah.

“Sistem guru pendatang untuk mengajar masih planing saja. Jika planing itu berjalan mungkin, guru Filipina ini akan lebih mengajar ke basic bahasa dan budaya,” katanya.

 

Baca Juga :

You Might Also Like