Pengertian Pupuk Nitrogen dan Phosphor Dan Jenisnya

Jenis-Jenis Pupuk Nitrogen dan Phosphor

Pengertian Pupuk Nitrogen dan Phosphor Dan Jenisnya

Jenis-Jenis Pupuk Nitrogen dan Phosphor

Pupuk Sumber Nitrogen

Hampir seluruh tanaman dapat menyerap nitrogen dalam bentuk nitrat (NO3–) atau ammonium (NH4+) yang disediakan oleh pupuk. Nitrogen dalam bentuk nitrat lebih cepat tersedia bagi tanaman. Ammonium juga akan diubah menjadi nitrat oleh mikroorganisme tanah, kecuali pada tembakau dan padi. Tembakau tidak dapat menoleransi jumlah ammonium yang tinggi.

Untuk menyediakan nitrogen pada tembakau, gunakan pupuk berbentuk nitrat (NO3–) dengan kandungan nitrogen minimal 50%. Pada padi sawah, lebih baik gunakan pupuk berbentuk ammonium (NH4+), karena pada tanah yang tergenang, nitrogen mudah berubah menjadi gas N2. Umumnya pupuk dengan kadar N yang tinggi dapat membakar daun tanaman sehingga pemakaiannya perlu lebih hati-hati.Beberapa contoh pupuk yang mengandung N disajikan pada Tabel VI-1.

  • Ammonium Nitrat (NH4NO3)

Kandungan nitratnya membuat pupuk ini cocok untuk daerah dingin dan daerah panas. Pupuk ini dapat membakar tanaman jika diberikan terlalu dekat dengan akar atau langsung kontak dengan daun. Ketersediaan bagi tanaman sangat cepat sehingga frekuensi pemberiannya harus lebih sering. Ammonium nitrat bersifat higroskopis sehingga tidak dapat disimpan terlalu lama.

  • Ammonium Sulfat (NH4)2SO4

Pupuk ini dikenal dengan nama pupuk ZA. Mengandung 21% nitrogen (N) dan 26% sulfur (S), berbentuk kristal dan bersifat kurang higroskopis. Reaksi kerjanya agak lambat sehingga cocok untuk pupuk dasar. Bereaksi masam, sehingga tidak disarankan untuk tanah ber-pH rendah. Selain itu, pupuk ini sangat baik untuk sumber sulfur. Lebih disarankan dipakai di daerah panas.

  • Kalsium Nitrat (Ca(NO3)2)

Pupuk ini berbentuk butiran, berwarna putih, sangat cepat larut di dalam air, dan sebagai sumber kalsium yang baik karena mengandung 19% Ca. sifat lainnya adalah bereaksi basa dan higroskopis.

Pupuk Sumber Phosphor

  • SP-36

Mengandung 36% phosphor dalam bentuk P2O5. Pupuk ini terbuat dari phosphat alam dan sulfat. Berbentuk butiran dan berwarna abu-abu. Sifatnya agak sulit larut di dalam air dan bereaksi lambat sehingga selalu digunakan sebagai pupuk dasar. Reaksi kimianya tergolong netral, tidak higroskopis, dan tidak bersifat membakar.

  • Ammonium Phosphat

Monoammonium Phosphat (MAP) memiliki analisis 11.52.0. Diammonium Phosphat (DAP) memiliki analisis 16.48.0 atau 18.46.0. Pupuk ini umumnya digunakan untuk merangsang pertumbuhan awal tanaman (starter fertilizer). Bentuknya berupa butiran berwarna cokelat kekuningan. Reaksinya termasuk alkalis dan mudah larut di dalam air. Sifat lainnya adalah tidak higroskopis sehingga tahan disimpan lebih lama dan tidak bersifat membakar karena indeks garamnya rendah.

Sumber : https://lahan.co.id/

You Might Also Like