Santri Pondok Tahfidz Qur’an Ibadurrahman Belading, Muhammad Albar Sudah Hafal 30 Juz

Santri Pondok Tahfidz Qur’an Ibadurrahman Belading, Muhammad Albar Sudah Hafal 30 Juz

Santri Pondok Tahfidz Qur’an Ibadurrahman Belading, Muhammad Albar Sudah Hafal 30 Juz

Sebanyak 12 santri penghafal Al Qur’an (Hafidz) Pondok Tahfidz Qur’an Ibadurrahman Belading, Duri diwisuda. Wisuda yang di hadiri Asisten 1 Bupati Bengkalis, Heri Indra Putra ini berlangsung di Aula AMIK Mitra Gama Duri, Minggu (19/6/2016).

Para santri yang saat ini telah diwisuda sebelumnya mengenyam program menghafal Al Qur’an 30 juz selama dua tahun di Pondok Tahfidz Ibadurrahman Belading, Duri Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, dengan biaya pendidikan penuh ditanggung oleh Yayasan Ibadurrahman.

Adapun tingkat pendidikan para Santri pondok ini sebelum mengikuti program Tahfidz adalah lulus SMA. Salah satu dari 12 santri yang diwisuda itu, Muhammad Albar adalah santri paling tercepat menghafal 30 juz dengan waktu 1 tahun, 2 bulan. Anak yatim piatu ini juga akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang nanti biaya pendidikannya akan ditanggung oleh. Para donatur.

Pimpinan Pondok Tahfidz, Yana Lukmanul Hakim mengatakan Al Hafidz sebagai lahirnya para pengabdi masyarakat. Muhammad Albar adalah santri termuda di antara yang lain yang wisuda hari ini.

” Yatim piatu. Namun semangatnya untuk menghafal Al Qur’an sangat kuat. Alhamdulillah banyak para donatur yang bersedia menyekolahkannya bahkan hingga lulus kuliah,” ujar Yana kepada GoRiau.com.

Dijelaskannya, para Hafidz yang diwisuda itu juga sebagiannya akan melanjutkan

pendidikan, bahkan ada yang akan kuliah ke Mesir. Sebagian lagi memilih kembali ke kampung halaman masing-masing, ada yang berasal dari Sumatera, bahkan ada juga yang berasal dari Pulau Jawa. Semunya akan kembali kepada masyarakat di mana mereka tinggal untuk mengabdi, menjadikan diri sebagai pelayan Al Qur’an dan masyarakat.

  Terkait kondisi proses belajar dan siswa di Pondok Tahfidz Ibadurrahman

Belading, Yana Lukmanul Hakim Al Hafidz yang juga alumni Universitas Al Azhar, Mesir, ini mengatakan Pondok tersebut setiap tahunnya selalu dipenuhi calon siswa pendaftar, namun kapasitas yang bisa diterima saat ini pertahun baru 20 orang saja. Hingga pada angkatan kelima tahun 2016 yang diwisuda ini.

  “Para pendaftar mencapai 80 orang, namun sehubungan dengan kapasitas

yang ada, kita baru bisa menerima 20 orang saja setiap tahunnya. Harapannya, di masa mendatang Pondok ini bisa melahirkan para panghafal Al Qur’an lebih banyak setiap tahunnya. Karena ini akan membawa dampak sangat positif di tengah masyarakat,” punkas pria ramah ini.

 

Baca Juga :

 

 

You Might Also Like