Struktur Kurikulum SD Islam Sabilillah Malang

Struktur Kurikulum SD Islam Sabilillah Malang

Struktur Kurikulum SD Islam Sabilillah Malang

Struktur Kurikulum SD Islam Sabilillah Malang
Struktur Kurikulum SD Islam Sabilillah Malang

Struktur kurikulum SD Islam Sabilillah Malang meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai Kelas I sampai dengan Kelas VI. Struktur kurikulum SD/MI disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut.
a. Kurikulum SD/MI memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri seperti tertera pada Tabel 2.
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.
1. Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SD/MI merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS Terpadu”.
2. Pembelajaran pada Kelas I s.d. III dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sedangkan pada Kelas IV s.d. VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.
3. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
4. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit.
5. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.
Struktur kurikulum SD/MI disajikan pada Tabel 2
METODE PEMBELAJARAN
a. Metode Pembiasaan (Habit Forming) yang konsisten dan terprogram ;
• Konsisten, dalam pembinaan akhlak, kemampuan berbahasa dan ritual ibadah
( pembiasaan : sholat tertib dan tepat waktu, minggu bahasa, bersikap dan bertutur kata yang sopan)
• Terprogram, menjalankan kegiatan pembinaan secara rutin dan periodik
( pembiasaan : perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan)
b. Metode Pembelajaran yang variatif, kreatif, inovatif, efektif dan aplikatif ;
• Variatif, dalam penggunaan berbagai media pembelajaran yang menunjang
( penggunaan lab. komputer, Internet, CD program interaktif dan lingkungan sekitar)
• Kreatif, mengemas sebuah pembelajaran yang menyenangkan
( merancang media atau pembelajaran yang memadukan belajar dan bermain edukatif )
• Inovatif, mengembangkan dan mengolah sumber belajar lebih dinamis
( mengolah dan mengembangkan sumber belajar menjadi lebih efektif sebelum disajikan )
• Efektif, dalam penggunaan media dan waktu belajar
( pemanfaatan media yang ada secara optimal dan alokasi waktu yang terbatas )
• Aplikatif, mudah digunakan dan dilaksanakan untuk pemahaman
( program pembelajaran yang disesuaikan dengan sumber daya, situasi dan kondisi sekolah )
c. Metode Empirik (Learning by Doing)
Melakukan pembelajaran praktek dalam laboratorium maupun di alam/lingkungan dengan penekanan siswa bereksperimen untuk dapat melakukan dan mengetahui.
d. Metode Amanah Kausatif
Digunakan untuk menanamkan sikap tanggungjawab bagi siswa akan apa-apa yang dikerjakan/dilakukan harus dipertanggungjawabkan secara individu maupun kelompok.
( penggunaan dan perawatan fasilitas sekolah, program sholat berjamaah, pergaulan dengan teman )
e. Metode Pendekatan Personal (Human Aproach)
Digunakan untuk mengatasi permasalahan individu dengan individu maupun kelompok dalam pergaulan sekolah, pembelajaran klasikal agar tercipta suasana yang kondusif.

Baca Juga :

You Might Also Like